RAKERWIL Hidayatullah NTB 2026: Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Hidayatullah Mandiri dan Berpengaruh
by Humas YAI Hidmat | Feb 09, 2026 | Berita Yayasan, Berita Hidayatullah, Berita Sekolah, Berita Humas, Berita Terbaru

Mataram — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah NTB Tahun 2026 pada 7–8 Februari 2026 di Kota Mataram. Kegiatan ini menjadi forum strategis tahunan dalam rangka mengevaluasi kinerja organisasi, menyusun program kerja, serta memperkuat konsolidasi internal di seluruh lini kepengurusan Hidayatullah se-Nusa Tenggara Barat. Senin, 09/02/2026.
Rakerwil tahun ini mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Hidayatullah Mandiri dan Berpengaruh.” Tema tersebut mencerminkan tekad bersama untuk menjaga identitas dan nilai-nilai perjuangan Hidayatullah, sekaligus mendorong transformasi organisasi agar semakin adaptif, mandiri, dan memiliki daya pengaruh yang luas di tengah dinamika sosial, keumatan, dan kebangsaan.

Kegiatan Rakerwil diikuti oleh jajaran pengurus DPW, perwakilan Dewan Pengurus Daerah (DPD) kabupaten/kota, pimpinan lembaga dan amal usaha, serta unsur kader Hidayatullah dari berbagai wilayah di NTB. Kehadiran peserta dari berbagai unsur ini menunjukkan semangat kebersamaan dan komitmen kuat dalam membangun organisasi secara kolektif dan berkesinambungan.

Rangkaian acara diawali dengan laporan Ketua Panitia, Fardin Rabbani, M.Pd, yang menyampaikan gambaran umum pelaksanaan Rakerwil, tujuan kegiatan, serta agenda strategis yang akan dibahas selama dua hari pelaksanaan. Dalam laporannya, ia menegaskan bahwa Rakerwil dirancang sebagai ruang musyawarah yang produktif untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas kader, serta mengoptimalkan peran Hidayatullah di bidang dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan..

Biro Setda Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ahmad Masyhuri, S.H. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas peran dan kontribusi Hidayatullah dalam pembangunan sumber daya manusia di NTB, khususnya melalui pendidikan dan pembinaan karakter. Ia berharap Hidayatullah terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius, berakhlak, dan berdaya saing.

Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A, yang menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara organisasi kemasyarakatan Islam dengan lembaga zakat. Menurutnya, penguatan kemandirian umat harus dibangun melalui kerja bersama yang terencana dan profesional, khususnya dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah untuk program-program pemberdayaan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.

Perwakilan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, ustadz K.H. M. Syakir Shafi’i mengingatkan bahwa tantangan umat ke depan semakin kompleks, sehingga menuntut kesiapan organisasi yang kuat secara ideologis, struktural, dan kultural. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh jajaran pengurus wilayah dan daerah untuk memperkuat kaderisasi, meningkatkan kualitas kepemimpinan, serta mengembangkan amal usaha yang mandiri dan profesional. Dengan demikian, Hidayatullah diharapkan mampu terus hadir sebagai solusi umat dan memberi kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah NTB, Ustadz Lalu Mabrul, M.Pd, dalam sambutan dan arahannya menegaskan bahwa Rakerwil merupakan momentum penting untuk melakukan konsolidasi ideologis dan organisatoris. Ia mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa menjaga jati diri Hidayatullah sebagai gerakan dakwah dan tarbiyah yang berlandaskan nilai-nilai tauhid, sekaligus berani melakukan transformasi organisasi agar semakin mandiri dan berpengaruh.
Ustadz Mabrul juga menekankan bahwa kemandirian organisasi tidak hanya diukur dari aspek kelembagaan, tetapi juga dari kualitas kader, kekuatan amal usaha, serta kemampuan organisasi dalam memberikan solusi atas persoalan umat dan masyarakat. Oleh karena itu, Rakerwil diharapkan mampu melahirkan program-program kerja yang realistis, terukur, dan berdampak nyata.

Selama dua hari pelaksanaan, Rakerwil dijadwalkan membahas berbagai agenda penting, antara lain evaluasi program kerja wilayah, penyusunan rencana strategis, penguatan sinergi antar-lembaga, serta perumusan langkah-langkah transformasi organisasi ke depan. Hasil Rakerwil ini diharapkan mampu menjadi pedoman kerja yang efektif dan berkesinambungan bagi DPW dan DPD Hidayatullah se-NTB.
Melalui Rakerwil Hidayatullah NTB 2026, diharapkan terbangun kesepahaman dan komitmen bersama untuk terus mengokohkan peran Hidayatullah sebagai organisasi dakwah dan perjuangan umat yang mandiri, profesional, dan berpengaruh dalam membangun peradaban Islam di Nusa Tenggara Barat.

Tinggalkan Balasan